New Normal dan Kurikulum Darurat MTs Negeri 1 Bojonegoro

Read Time:4 Minute, 35 Second

Adanya pandemi Covid-19 membuat peradaban manusia berubah. Segala aktifitas dalam berbagai sektor harus menyesuaikan protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah yang mengutamakan  keselamatan masyarakat. Dunia pendidikanpun tidak luput dari dampak adanya penyebaran Covid-19 sehingga memaksa menghentikan kegiatan-kegiatan penting dalam dunia pendidikan seperti Ujian Nasional, tatap muka pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Kementerian Agama Republik Indonesia yang menaungi ribuan madrasah dan jutaan siswa tidak ingin proses pembelajaran sebagai salah satu langkah dalam mencerdaskan anak bangsa menjadi berhenti total. Perlu adanya inovasi pembelajaran bagi siswa-siswa madrasah agar tetap berjalan walaupun tidak bisa maksimal seperti sebelum terjadinya pandemic Covid-19 . Dalam hal ini MTs Negeri 1 Bojonegoro telah melangkah dan mengambil kebijakan tentang layanan belajar terhadap peserta didik sesuai dengan surat edaran baik dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Agama dan jajarannya sampai tingkat Kabupaten.

Sejak tanggal 16 Maret 2020 MTs Negeri 1 Bojonegoro telah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan protokol kesehatan yang pada pada tanggal tersebut siswa MTs Negeri 1 Bojonegoro sedang melaksanakan UAMBN 2020. Siswa harus cuci tangan sebelum masuk kelas serta memakai masker agar terhindar dari tertularnya Covid-19. Setelah kegiatan UAMBN total kegiatan belajar siswa dilaksanakan di rumah dengan istilah Learning From Home (LFH) bagi siswa dan Work From Home (WFH) bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

LFH dan WFH mulai dilaksanakan oleh ASN dan peserta didik MTs Negeri 1 Bojonegoro pada tanggal 18 Maret 2020. Pendidik menggunakan teknologi informasi (TI) guna menunjang penyampaian materi pelajaran kepada peserta didik. Media sosial Whattapp menjadi sarana komunikasi antara pendidik dan peserta didik di awal-awal masa pandemi Covid-19. Selain itu media pembelajaran online milik Kementerian Agama yaitu elearning.kemenag.go.id juga mulai diterapkan oleh guru-guru MTs Negeri 1 Bojonegoro, bahkan ulangan harian dari sebagian guru sudah menggunakan ­platform milik Kemenag ini. Untuk MTs Negeri 1 Bojonegoro media elearning-nya bisa di akses melalui http://elearning.mtsn1bojonegoro.sch.id web elearning tersebut bisa diakses dari mana saja dan kapan saja. Sampai saat ini web elearning MTs Negeri 1 Bojonegoro telah dimanfaatkan oleh 66 guru dan 978 siswa dengan kelas online sebanyak 305 kelas online. Dari data tersebut berarti seluruh guru telah mempunyai akun elearning dan memanfaatkannya.

Selain kegiatan belajar mengajar online, MTs Negeri 1 Bojonegoro juga melaksanakan kegiatan Pondok Ramadhan secara online selama 5 hari yaitu mulai tanggal 11 -15 Mei 2020. Kegiatan Pondok Ramadhan tersebut diantaranya adalah:

  1. Ceramah online melalui Youtube yang dibagikan melalui media online yang dimiliki oleh MTs Negeri 1 Bojonegoro seperti Facebook, Twitter, Instagram, serta website.
  2. Pelaporan kegiatan ibadah siswa secara online mulai dari kegiatan sholah 5 waktu, sholat Dluha. Thajjud, kegiatan tadarrus dan hafalan surat-surat tertentu yang ada di Alqur’an.

Semua Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan Kalender Akademik MTs Negeri 1 Bojonegoro yang mana kegiatan pembelajaran dilaksanakan sampai tanggal 30 Mei 2020 yang dilanjutkan dengan Penilaian Akhir Tahun (PAT) tahun pelajaran 2019/2020 dengan metode online, dan akhir dari tahun pelajaran 2019/2020 adalah tanggal 20 Mei 2020 ditandai dengan pembagian raport semester genap.  Tanggal 21 Mei – 12 Juli adalah libur akhir tahun pelajaran 2019/2020 dan mulai masuk tahun pelajaran 2020/2021 adalah tanggal 13 Juli 2020.

Tahun pelajaran 2020/2021 yang dimulai tanggal 13 Juli 2020 bila masih dalam masa bencana nasional non alam maka akan dilaksanakan dengan  menggunakan Kurikulum Darurat sesuai dengan SK Dirjen Pendis Nomor 2791 Tahun 2020 Tentang Kurikulum Darurat Pada Madrasah.  MTs Negeri 1 Bojonegoro sebagai Satuan Kerja (Satker) yang dijadikan sebagai rujukan oleh madrasah-madrasah lain baik negeri maupun swasta di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro akan menerapkan Kurikulum Darurat sesuai yang ada pada SK Dirjen Pendis tersebut.

Awal Tahun pelajaran 2020/2021 juga dimungkinkan akan diterapkannya new normal (tatanan kehidupan baru) di wilayah nusantara ini untuk itu perlu dirancang secara matang pelaksanaan pembelajaran di masa new normal tersebut.  Langkah awal untuk menerapkan kurikulum darurat dan new normal tersebut adalah Kepala MTs N 1 Bojonegoro telah berkoordinasi dengan Ka TU dan 4 Wakil Kepala Madrasah pada tanggal 2 Juni 2020 guna membahas pelaksanaan Kurikulum Darurat tersebut. Kurikulum Darurat adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada masa darurat dengan memperhatikan rambu-rambu ketentuan yang berlaku serta kondisi keterbatasan masing-masing satuan pendidikan di masa darurat.

Pelaksanaan kurikulum darurat ini dimaksudkan agar peserta didik dan pendidik tetap terlindungi dari penularan Covid-19. Kegiatan pembelajaran dalam masa darurat ini nantinya bisa dilaksanakan dengan sistem tatap muka/tatapmuka terbatas, jarak jauh baik secara daring maupun luring. Dengan demikian tempat pembelajaran bisa dilakukan di madrasah, rumah, atau dilingkungan sekitar dengan tetap mengutamakan penggunaan protocol kesehatan. Guru nantinya harus tetap melaksanakan pembelajaran baik dari segi sikap, pengetahuan maupun keterampilan oleh karena itu kreatifitas dan inovasi guru di sini sangat dibutuhkan agar pembelajaran tetap menyenangkan bagi siswa dan tidak menjadi tambahan beban di tengan pandemic ini. Prinsip pelaksanaan pembelajaran adalah siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan dimana saja adalah kelas. Untuk itu di sini peran teknologi informasi menjadi sangat penting.

Untuk memberikan kemudahan kepada siswa dalam belajar dan juga orang tua dalam membimbing putranya dalam belajar, nantinya guru MTs Negeri 1 Bojonegoro dituntut untuk membuat RPP yang singkat yang bisa dipahami oleh orang tua peserta didik karena nantinya guru juga diharapkan membagikan RPP tersebut kepada orang tua melaui grup-grup orang tua.  Dari uraian singkat tersebut menunjukkan bahwa MTs Negeri 1 Bojonegoro siap melaksanakan proses belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19 dan masa pelaksanaan new normal dengan menerapkan Kurikulum Darurat seperti yang ada pada SK Disjen Pendis Nomor 2791. (je)

1 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *