Siswi Berprestasi

More »

Muharram Ceria

More »

 

Pembinaan Guru Sertifikasi di Lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Bojonegoro

Jum’at, 7/9/2018 bertempat di Gedung Olah Raga Dari Bojonegoro untuk Indonesia (GOR DABONSIA) dilaksanakan pembinaan guru sertifikasi PNS dan Non PNS oleh Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini selain dihadiri oleh ribuan  guru sertifikasi juga dihadiri oleh seluruh pengawas, kepala Satker (MAN, MTsN, MIN), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, semua Kasi, dan juga Kabid Pendma Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Timur.

Dalam pembinaannya Direktur GTK Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag. mengajak kepada semua guru yang tergabung dengan guru impasing seluruh Indonesia untuk mensyukuri terlebih dahulu apa yang telah diberikan oleh pemerintah kepada guru impasing. “Masih banyak guru yang belum bisa menikmati sebagai guru impasing, oleh karena itu seluruh guru impasing harus bersyuku terlebih dahulu ata apa yang diperoleh saat ini. Bila guru impasing bisa menunjukkan hasil yang signifikan terhadap hasil pendidikan maka bukan tidak mungkin guru-guru lainnya akan bisa menikmati impasing tahap berikutnya” ujar Suyitno. Untuk tuntutan agar guru impasing diangkat menjadi guru PNS harus disesuaikan dengan regulasi yang ada “Tidak ada pengecualian bagi warga negara Indonesia yang akan ikut tes CPNS asal sesuai dengan amanat undang-undang. Bagi yang usianya maksimal 35 tahun masih bisa mengikuti tes CPNS”.

Lebih lanjut Suyitno meminta agar seluruh guru harus beradaptasi dengan kemajuan zaman, “saat ini kita sudah masuk pada era Revolosi Industri 4.0 yang mana hampir semua lini pekerjaan saat ini tidak lepas dari teknologi informasi (internet). Guru yang tidak bisa mengoperasikan komputer dan tidak familier dengan internet berarti sudah berkurang kompetensinya sehingga bisa dikatakan kurang profesional” kata Suyitno. Saat ini dengan adanya internet, proses belajar siswa hampir tidak memerlukan guru karena semua ilmu bisa didapat melalui internet. Namun guru saat ini masih diselamatkan karena pemerintah menuntut seluruh siswa dituntut untuk mempunyai karakter yang baik. Pembinaan karakter inilah yang harus dilakukan oleh guru, bukan teknologi. (je)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>