HSN: Santri Bojonegoro Harus Mempunyai 9 Karakter Kehidupan

HSN, hari santri nasional, bojonegoro,

Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2017 di Kabupaten Bojonegoro diperingati dengan melaksanakan upacara di alon-alon Kota Bojonegoro. Upacara yang diikuti oleh 25 ribu santri Bojonegoro ini dilaksnakan dengan penuh semangat. Dibandingkan dengan tahun lalu peringatan HSN tahun ini jauh lebih baik dan meriah. Selain dihadiri oleh santri-santri Bojonegoro juga dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro, Dandim Bojonegoro serta para pejabat di lingkungan Pemda dan Kemenag Kab. Bojonegoro.

Gus Huda selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa kemerdekaan NKRI ini tidak lepas dari perjuangan santri-santri Indonesia termasuk yang ada di Jawa Timur. “Dengan pekikan merdeka… merdeka… merdeka… Allahu Akbar yang dilakukan oleh Bung Tomo kepada santri-santri yang ada di Surabaya maka penjajah Belanda dan sekutunya lari tunggang langgang” ujar Gus Huda. Sebagai santri di masa sekarang tidak boleh melupakan jasa-jasa para santri dan kyai yang telah berjuang mengorbankan jiwa dan raganya demi keutuhan NKRI.

Sementra itu Bupati Bojonegoro Kang Yoto sebagai inspektur upacara berpesan kepada seluruh santri agar menjadi santri yang mempunyai sembilan karakter. “Santri yang diakui oleh masyarakat adalah santri yang  mampu berkarya dengan karya yang layak jual sehingga bisa mandiri, jadilah santri yang bisa memberi jangan meminta, tangan di atas lebih  baik dari pada tangan di bawah. Santri juga harus bisa berpikir kritis. Santri juga harus bisa berkomunikasi dan berkolaborasi dengan segala lapisan masyarakat. Santri juga harus bisa hidup kreatif dan inovatif. Untuk kemajuan bangsa Indonesia, santri juga harus bisa mengelola hidup menjadi bahagia. Dan yang terakhir santri harus bisa hidup dalam segala keadaan misalnya dalam keadaan bencana banjir” ujar Kang Yoto.

HSN, hari santri nasional, bojonegoro

Atraksi Santri Bojonegoro dalam HSN 2017

Setelah acara upacara selesai dilanjutkan dengan acara tampilan kolosal dari santri-santri Bojonegoro. Sesi ini para santri menampilkan atraksi-atraksi baik itu tari, bela diri, pramuka, olah raga dan lain-lainnya. Tepuk tangan dari peserta upacara sangat meriah ditujukan kepada para santri-santri yang sedang beratraksi. Terakhir szeluruh santri membersihkan segala kotoran yang ada di alon-alon sehingga alon-alon kembali bersih seperti semula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>