Cintanya Nabi Muhammad kepada Umatnya

DSC_0910 (FILEminimizer)

Isro’ dan Mi’roj merupakan hari besar Islam yang selalu diperingati oleh masyarakat muslim di Indonesia sebagai salah satu wujud dari keimanan umat Islam. MTs Negeri 1 Bojonegoro sebagai salah satu lembaga pendidikan di lingkungan Kementerian Agama juga tidak lupa mengadakan peringatan Isro’ dan Mi’roj Nabi Muhammad SAW. Jumat (5/5/2016) bertempat di musholla Ibnu Sina MTs Negeri 1 Bojonegoro diadakan kegiatan pengajian dalam rangka memperingati hari besar Islam tersebut.

Acara yang diikuti oleh siswa kelas VII, VIII dan seluruh guru/karyawan ini diawali dengan kegiatan pra acara berupa tampilan group hadrah siswa MTs Negeri 1 Bojonegoro. Group hadrah yang dibimbing oleh Hj. RA. Indah Marhayati, S.Pd. ini menampilkan beberapa lagu dan sholawat sebagai pengiring acara sebelum acara inti dimulai. Seluruh siswa yang hadir tampak sangat menikmati hiburan hadrah tersebut.

Pengajian dalam rangka peringatan Isro’ Mi’roj ini menghadirkan Ustadz Muhammad Thoyyib Usman sebagai pembicaranya. Dalam acara sambutan dari kepala MTs Negeri 1 Bojonegoro Drs. H. Masruch, M.MPd. menyampaikan “Kita sebagai umat Islam jangan sampai meninggalkan Sholat 5 waktu karena itu merupakan ibadah yang diwajibkan oleh Allah. Peringatan Isro’ Mi’roj ini diharapkan dapat meningkatkan kwalitas ibadah sholat kita”.

Sementara itu Muhammad Thoyyib Usman selaku pembicara menyampaikan sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsho serta dari Masjidil Aqsho ke Sidrotul Muntaha. Hal yang sangat penting dari awal perjalanan itu adalah adanya hewan yang bernama Buroq yang menangis karena rindunya terhadap Muhammad Rosulullah, dari sini kita sebagai umat Muhammad jangan sampai kalah dengan seekor hewan Buroq yang selalu menangis karena sangat rindu bertemu dengan Muhammad.

Hikmah yangjuga perlu kita renungkan adalah betapa cintanya Nabi Muhammad terhadap umatnya yang ditunjukkan dengan perbuatan Nabi Muhammad dalam perjuangannya meminta keringanan jumlah sholat dalam 24 jam yang harus dilaksanakan. Untuk itu kita harus benar-benar menghargai perjuangan nabi Muhammad yang telah memperjuangkan kewajiban umatnya untuk sholat dari 50 waktu hanya menjadi 5 waktu.DSC_0921 (FILEminimizer)DSC_0917 (FILEminimizer)

Sebagai umpan balik dari kegiatan ceramah agama dalam rangka Isro’ Mi’roj ini, Ustadz Muhammad Thoyyib Usman meminta 2 siswa (1 putra dan 1  putri) untuk menceritakan kembali atau menyampaikan hasil rangkumannya dihadapan teman-temannya. Tampak perwakilan dari siswa mampu menyampaikan lagi poin-poin penting dari apa yang telah

disampaikan oleh penceramah dengan baik. Ini menunjukkan ada interaksi antara penceramah dengan siswa. (je)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>